Website Ini Masih dalam Tahap pengembangan, Masukan anda sangat kami harapkan untuk perbaikan kedepannya

Selamat Datang, Semoga dengan hadirnya website ini, dapat meningkatkan pelayanan administrasi dan informasi kepada masyarakat.

Usai Melengkapi Dokumen dan Shoft Coppy Penggunaan Dana Desa 2015-2018 yang diminta BPK, Laptop Kades Boyan Tanjung Di Kebas Maling dirumah kediamannya

Karang Raya menjadi tuan rumah  Pekan Olah Raga RT Desa Boyan Tanjung-Mujan, 10 s/d 16 Agustus 2018

MUSYAWARAH DESA (MUSDES) BOYAN TANJUNG TAHUN 2018 YANG SEMULA AKAN DILAKSANAKAN PADA HARI SELASA, 24 JULI 2018, DITUNDA MENJADI JUMAT 27 JULI 2018.....

PLN BOYAN TANJUNG PADAM, AKIBAT GANGGUAN PADA JTR WILAYAH BOYAN HULU

AKHIR PERMANA KEPALA URUSAN UMUM DAN PERENCANAAN DESA BOYAN TANJUNG MENGHARAP PARTISIPASI  DAN PENGAWASAN DARI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DANA DESA TAHUN ANGGARAN 2019

POSYANDU ANGGREK SUDAH SIAP MENJADI JUARA LOMBA KESEHATAN DAN PELAYANAN MEWAKILI KECAMATAN BOYAN TANJUNG

TOTAL PENDAPATAN ANGGARAN BELANJA DESA BOYAN TANJUNG TAHUN ANGGARAN 2O19 Rp 1.249.851.000

SELAMAT DAN SUKSES ATAS DILANTIKNYA Bpk AKHIR PERMANA MENJADI SEKRETARIS DESA  BOYAN TANJUNG PADA 9 FEBRUARI 2019 SEMOGA BETAH DAN AMANAH ATAS TUGAS BARUNYA KE DEPAN

 

POSBINDU

Administrator 03 Mei 2018 21:01:52

Tahukah Anda tentang adanya Posbindu?

Posbindu ini adalah singkatan dari Pos Pembinaan Terpadu untuk Penyakit Tidak Menular.

Nah, strategi dari Kemenkes ini adalah salah satu upaya kesehatan berbasis masyarakat yang sekaligus promotif dan promotif, apalagi dalam menanggulangi penyakit tidak menular atau PMT.

Di antara yang lain, penyakit tidak menular yang semaking menghawatirkan ini adalah diabetes, hipertensi, obesitas bahkan penyakit jantung. Banyak sekali faktor risiko terkena PTM meliputi merokok, pola makan tidak sehat, kurang olahraga dan bahkan kekurangan gizi selama 1000 hari pertama yang sangat penting. Oleh karena itu, sasaran posbindu sudah beda dari sasaran posyandu yang lebih mencakup bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas dan wanita usia subur. Sedangkan untuk posbindu, sasaran masyarakat jatuh ke kelompok masyarkat usia 15 tahun ke atas.

Tetapi sebelum kita berdiskusi lebih lanjut, mari kita bahas pengertian Posbindu PTM itu sendiri. Di Posbindu, masyarakat dapat berperan serta untuk sama-sama mendeteksi factor risiko PTM di masyarakat di sekiar lingkungan mereka. Semua pelayanan posbundu harus dilakukan secara rutin dan periodik. Untuk kelompok PTM yang paling diprioritaskan adalah untuk diabetes mellitus (DM), kaker, penyakit jantung dan pembuluh darah (PJPD), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan gangguan akibat kecelekaan dan tindak kekerasan.

  1. Petugas kesehatan dan masyarakat akan bersama memantau faktor risiko PTM dengan memeriksa kondisi kesehatan masyarakat walaupun mereka tidak sakit. Inilah yang harus dilaksanakan secara rutin. Sedangkan untuk sistem yang periodic, pemeriksaan kesehatan akan dilakukan secara berkala.
  2. Adanya konseling tentang penyakit tidak menular seperti diet yang tidak baik, merokok dan lain sebagainya.
  3. Penyuluhan atau dialg interaktif sesui masalah yang paling harus diperhatikan.
  4. Olahraga bersama, jalan sehat.
  5. Rujukan ke puskesmas untuk faktor risiko sesuai kriteria klinis.

Nah, manfaat dari adanya Posbundi sangat bermacam-macam karena efek yang aka

didapat masyarakat akan dirasa dalam jangka panjang. Masyarakat akan membudayakan gaya hidup yang sehat. Dengan mengetahui segala risiko yang ada, masyarakat akan lebih berwaspada untuk menjaga kesehatannya.

Biasanya, tenaga kesehatan yang bertugas di Posbindu adalah para kader kesehatan. 5 orang kader akan dibantu tenaga kesehatan puskesmas setempat. Berikut adalah bentuk penugasan yang lebih detil.

  1. Koordinator: Ia adalah ketua atau penanggung jawab kegiatan yang akan berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk menangani masyarakat yang putuh bantuan medis lebih lanjut. Ia juga berkoordiasi dengan para Pembina terkait di wilayahnya.
  2. Kader Penggerak: Satu dari 5 kader ini adalah anggota yang paling aktif di posbindu serta yang berpengaruh dan komunikatif untuk menggerakkan masyarakat, sekaligus melakukan wawancara.
  3. Kader Pemantau: Anggota yang aktif dalam melakukan deteksi atau pengukuran faktor risiko PTM.
  4. Kader Konselor: Seorang kader konselor adalah sosok yang telah menjadi panutan dalam penerapan gaya hidup sehat, bertugas melakukan konseling, edukasi, motivasi serta menindaklanjuti rujukan dari puskesmas.
  5. Kader Pencatat: Kader pencatat adalah anggota yang aktif untuk mencatat hasil kegiatan posbindu dan melaporkan kepada koordinator posbindu PTM.

Sumber: Indonesian-PublicHealth.com

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Aparatur Desa

Sinergi Program

Website Pemda Kapuas Hulu Website Pemprov Kalbar
Website Kemendagri Website Kemendes

Peta Desa

Komentar Terkini

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung